Cobaan dalam ranah ibadah

Cobaan dalam ranah ibadah
(setiadi, MKep)

QS Al Anbiya : 21:35
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati, Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.
Hidup perlu ada ujian karena segala sesuatu apabila tidak diuji dan dicoab tidak tanpak keasliaanya, sehingga orang tidak tahu mana emas murni dan mana Loyang. Ujian dan cobaan tidak hanya berupa kesusaan dan kesakitan saja, tapi dapat berbentuk kesenanagan, kedudukan ini yang biasanya banyak orang yang tidak lulus.
HR. Turmudzi
Sesungguhnya bagi setiap umat ada ujian dan ujian bagi umatku ialah harta kekayaan.

Banyak pendapat tentang seputar cobaan antara lain :
1. Ujian
Suatu masalah yang diberikan pada manusia untuk mengetahui seberapa tinggi kualitas kita. Jika lulus maka kualitas kita meningkat (naik kelas).
2. Cobaan
Hampir sama dengan ujian, akan tetapi memiliki konotasi hanya mencoba apakah kita bisa bertahan

3. Teguran
Suatu masalah untukmengingatkan manusia akan kebali kejalan yang benar

4. Siksaan / Azab
Siksaan yang diberikan kepada manusia karena telah melakukan kejahatan sebagai cicilan siksa diakhirat.

Menyikapi cobaan
Hadist Qudsi (HR. Rafii dari Abu Hurairah)
Wahai hamba-hambaku Aku telah memberikan kurnia kepada kalian dan aku telah meminta hutang, pinjaman atau kredit dari kalian. Barang siapa yang telah memberikan sesuatu kepadaku dari apa yang telah kukurniakan itu dengan taat, niscaya kusegerakan membalasnya pada waktu singkat, (didunia) dan kusimpan bagianya untuk waktu mendatang (akhirat).
Tetapi barang siapa yang kuambil dari padanya sesuatu yang telah aku karuniakan itu secara paksa, namun ia bersabar dan berusaha dengan iklas karena Allah, niscaya kuwajibkan pemberian hadiah dan rahmatku bagianya dan kucatatkan bahwa dia termasuk orang yang dapat petunjuk dan kuperbolehkan dia menikmati pandangan kepadaku.
Barang siapa yang memberikan sedekah kepada yang berhak menerima dengan taat dan iklas bukan karena terpaksa Allah akan membalas didunia dan akhirat. Didunia akan diberikan berkah, taufik dan penggantian yang ebrlipat ganda. Diakhirat akan diberikan bekal.
Balasan yang diberikan Oleh Allah bisa dalam bentuk konkrit atau abstrak. Konkrit dalam bentuk benda nyata sedangkan abstrak seperti terhindar dari malapaetaka atau keberuntungan

QS. Thaghabun 17-18
Jika kalian meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, Niscaya Allah akan melipatgandakan untuk kalian dan mengampuni kalian. Dan Allah maha pembalas lagi maha penyantun. Dia maha mengetahui yang abstrak dan yang konkrit, maha perkasa lagi maha bijaksana

Fungsi ujian :
1. Mengangkat derajad /Memilih orang yang terbaik dihadapan Allah

2. Mengingatkan Kembali kejalan yang benar

3. Menghapus dosa
HR. Bukhari Muslim
Tidak ada musibah yang menimpa seperti keletihan, kelesuan, sakit, duka, susah atau gangguan sekedar tusukan dari sekalipun melainkan dihapuskan Allah sebagaian dari dosanya.

HQR Thabrani
SEkiranya Aku uji salah seorang hambaku yang beriman lalu ia memujiku atas ujian itu berilah pahala yang bersambungan baginya, sebagaimana paha yang biasa kalian berikan atas amal yang mereka lakukan

4. Sebagai sarana komunikasi Allah dengan manusia
Hadist qudis riwayat Thabrani
Allah berfirman kepada Malaikatnya, Pergilah kepada hambaku lalau timpahkanah bermacam-macam ujian kepadanya karena aku mau mendengar suaranya.

Nabi mengajrkan umatnya agar diuji
Allhumma laa tabluna illaa billati hiya akhsan (Ya Allah kami memohon agar engkau jangan menguji kami kecuali dengan hal-hal yang lebih baik

Iklan

Tentang adysetiadi

saya seorang dosen keperawatan di Stikes Hang Tuah Surabaya
Pos ini dipublikasikan di kesehatan religius dalam agama islam. Tandai permalink.