Godaan setan

GODAAN SHETAN
(setiadi, MKep)

Harusnya manusia itu menyadari bahwa shetan itu musuh utama dalam hidup. Firman Allah “innasyaithona lakum aduwwum faat taqidhuuhu aduwwan “ (al Fathir 6)
Artinya : sesungguhnya shetan itu musuhmu, maka waspadalah selalu dari tipu daya musuh itu”
Berbagai macam tipu daya shetan adalah :
1. Ia mengajak manusia melakukan perbuatan jelek (tidak menjalankan perintah Allah dan menyuruh agar melakukan larangan Allah)
Tipu daya pertama ini setan membuat kita malasa sholat, malas puasa, zakt, sodaqoh, zakat tetapi kita ingin mencuri, mendolimi orang lain bahkan merampok. Tipu daya jenis ini mungkin semua orang menyadari tetapi tidak kuasa untuk menghindar dikarenakan rendahnya kualitas keimanan kepada Allah.
Faktor yang mendorong manusia sering tergelincir dalam tipuan setan pertama ini karena saking cintaanya manusia terhadap dunia sehingga melupakan tugas selama hidup didunia. Ahmad Albadawi memberikan nasehat pada muridnya : Hai abdul All berhati-hatilah daripada cinta dunia sebab cinta dunia itu adalah bibit dari segala dosa yang dapat merusak amal soleh sebagaimana sabda Rosullulloh :
“ Hubbud dunya ra`su kulli khati`ah”
Artinya : cinta pada dunia itu pokok (bibit/sumber) segala dosa /kejahatan
Dunia itu sudah dijamin oleh Allah tugas manusia hanya berusaha, berdoa dan tawakal, sehingga jangan samapai keterlaluan dalam mengejar sehingga sering manusia melupakan amanat yang sudah ditugaskan didalam kehdiupan dunia ini.
Ibrahim Alkhawwash berkata :
“Latatakallaf ma kufiit wa la ttu dho yik maas tuk fiit
Artinya : jangan memaksa diri untuk mencapai apa yang telah dijamin (dickupi ) dan jangan menyia-nyiakan (mengabaikan) apa yang diamantkan (ditugaskan) kepadamu.

2. Jikalau tipu daya yang pertama shetan tidak berhasil maka dia menggunakan jurus yang kedua, yaitu biarlah mereka menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan Allah tetapi niat dari perbuatan diganggu setan agar tujuannya tidak mencari keridhoan Allah tetapi mencari ketenaran diri, mencari kekayaan, mencari jabatan dan lain-lain.

3. Jikalau tipu daya yang pertama dan kedua pun tidak mampu dilakukan maka shetan akan menggunakan tipu daya yang ketiga yaitu menyuruh manusia bersandar diri pada kekuatan amal usahanya
Kita mampu sholat dengan baik kita merasa bahwa itu karena usaha kita sendiri hidayah Allah dihilangkan. Kita bias kaya kita berfikir itu karena usaha keras saya tanpa campur tangan Allah. Kita bias menghindari perbuatan maksiat kita merasa bahwa itu karena keimanan kita tanpa campur tangan Allah. Kalau kita mau berfikir secara mendalam maka kita akan menyadari bahwa kalaulah kita bias sholat dengan baik itu karena hidayah Allah, karena dengan hidayahnya sehingga mendorong kita untuk mampu melakukan sesuatu. Kalau kita kaya maka ingat itu karena karunia Allah , siapa yang member kesehatan kita, memberikan pikiran yang cemerlang kepada kita sehingga kita mampu mencari rejeki dengan baik dan lancer
Dhohirnya syariat menyuruh kita berusaha beramal, sedang hakikat syariat melarang kita menyandarkan diri pada amal usaha itu, dan supaya tetap bersandar pada Karunia Allah. Kalimat Laa haula walaa quwwata illaa billahi, yang artinya tidak daya untuk mengelakkan diri dari bahaya kesalahan dan tidak ada daya kekuatan untuk berbuat amal kebaikan kecuali dengan bantuan pertolongan Allah dan karunia rahmat-Nya semata-mata.
Orang yang bersandar pada amal usaha itu berarti lupa pada karunia rahmat Allah, yang akhirnya pasti seseorang akan ujub, sombong, merasa sempurna diri, sebagaimana yang terjadi pada iblis ketika dia diperintah bersujud kepada Adam AS, ia berkata :
Ana khoirun minhu : aku lebih dari dia (Adam)
Demikian yang terjadi pada Qarun ia berkata :
“Innamaa uutiituhuualaailmi indiy’ (al-qashaah 78)
Artinya : sesungguhnya aku mendapat kekayaan ini karena ilmuku semata-mata.

Apabila kita dilarang menyukutukan Allah dengan berhala, batu, kayu dan manusia, maka janganlah kita menyekutukan Allah dengan kekuatan diri-sendiri, seolah-olah sudah cukup kuat dan dapat berdiri-sendiri tana pertolongan Allah.

Marilah kita berteladan pada Nabi Sulaiman AS ketika ia menerima nikmat karunia Allah saat mendapat istana ratu Bulgis :

Haadzaa min fadhli robbii liyabluwa ni askuru am afkuru wa man syakare fainnama yaskuru linafsihii wa man kafaro fainna robby ghoniyun karim (al naml 40)
Artinya :
Ini semata-mata dari karunia tuhanku, untuk menguji padaku apakah aku bersyukur atau kufur. Maka siapa bersyukur maka syukur itu untuk dirinya dan siapa yang kufur maka tuhanku zat yang terkaya lagi pemurah.
Rosullullhoh bersabdah :
“Sesungguhnya setan itu mempunyai ajakan dan malaikat juga mempunyai ajakan kepada bani adam. Adapaun ajakan setan adalah agar anak adam mengulangi kejahatan dan mendustakan kebenaran. Dan adapaun ajakan malaikat ialah agar anak adam mengulangi kebaikan dan membenarkan kebenaran. Maka barang siapa mendapatkan yang ini (ajakan malaikat) ketahuilah bahwa yang demikian itu adalah dari Allah, maka hendaklah ia memuji kepada Allah Taallah. Dan barang siapa mendapatkan yang lain (ajakan setan) maka hendaklah dia berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk”.

Dalam kitap Talbisa Iblis oleh Imam Al Qozalli diterangkan :
“ Bahwa setiap hati anak adam disertai malaikat yang mengajak menuju kebaikan, malaikat itu kita sebut mulhin dan kebaikan yang ditimbulkan disebut ilham. Untuk mengimbangi mulhin ini Allah menguasakan setan pada setiap hati anak adam yang selalu megajak kepada kejelakan dan kejelakan yang ditimbulkan setan disebut godaan (was wassuh).

Mengapa Allah Menyertakan setan dalam kehidupan manusia. Allah memerintahkan untuk patuh dan taat kepada Allah dan Allah yang memerintahkan agar kita jangan tergoda untuk meninggalkan perintah-perintah itu dan ini merupakan suatu yang istimewa perintah taat dibarengi dengan godaan. Kalu tidak ada godaan maka taat dan patuh menjadi persoalan biasa taat dan patuh yang sejati adalah apabila ada rayuan dan godaan.

Iklan

Tentang adysetiadi

saya seorang dosen keperawatan di Stikes Hang Tuah Surabaya
Pos ini dipublikasikan di kesehatan religius dalam agama islam. Tandai permalink.