opini pendidikan

Ruang ini dipersembahkan bagi Anda yang ingin berpartisipasi mengekspresikan diri seputar teori dan praktek pendidikan. Diskusi ini bersifat terbuka, dari Anda, oleh Anda dan untuk Anda. Untuk menyemarakkan ruang ini, saya mengundang Anda untuk memberikan gagasan, komentar, atau mungkin kritik membangun tentang situasi pendidikan kita. Semoga saja pemikiran kritis Anda dalam ruang ini dapat mengilhami dan memberikan pencerahan bagi siapa pun yang membacanya, amin…

PPNI_SE Aturan Pemberian Rekomendasi

PPNI_SE Penggunaan Logo Baru PPNI

PPNI_PO_Pemberian_Rekomendasi

PPNI Lampiran_050_PO-Rekomendasi

PPNI Lampiran Form_PO Rekomendasi

PPNI cover-letter

PPNI Buku Pedoman Sumpah Perawat

Iklan

2 Balasan ke opini pendidikan

  1. Assalamu’alaikum pak Setiadi, salam sukses. Perkenalkan nama saya Dharmawan Cipta. Saat ini saya menjalani studi S1 keperawatan di salah satu stikes di surabaya dan Alhamdulillah telah menempuh 7 semester. Di semester 7 ini, di kampus saya ada mata kuliah Riset yang menjelaskan bagaimana suatu penelitian berjalan. Pengetahuan saya tentang penelitian sangat terbatas, saya menganggap judul penelitian hanya berkutat pada “hubungan” dan “pengaruh”.

    Sampai pada tanggal 13 desember 2014, gebrakan besar terjadi dalam pola pikir saya mengenai penelitian. Ya, saya mengikuti seminar Riset dan Analisis Statistik Keperawatan di GSG Rumkital dr Ramelan Surabaya. Anda adalah salah satu expert yang memberikan materi pada waktu itu dan menjadi inspirator terbesar untuk saya. Anda menjelaskan bahwa penelitian tidak sesempit yang saya kira. Anda memberikan contoh masalah yang layak untuk diteliti dan yang perlu digaris bawahi adalah bermanfaat bagi batang tubuh ilmu keperawatan. Masalah-masalah tentang prosedur standar anda paparkan.

    Saya pun termotivasi untuk menemukan masalah prosedural dan teringat 2 tahun silam ketika saya praktik klinik di salah satu rumah sakit di surabaya. Ketika itu saya mengencerkan obat jenis vial dengan aquades. Setelah memasukkan aquades kedalam vial saya mencabut spuit dari botol seperti yang diajarkan perawat senior di ruang perawatan tersebut. Namun karena keteledoran, ketika hendak menancapkan kembali spuit kedalam vial untuk mengambil obat yang telah diencerkan, saya menjatuhkan spuit itu ke lantai. Akibatnya spuit menjadi tidak steril dan harus diganti. Teman saya mengalami kejadian yang lebih parah. Dia menusuk sendiri jarinya ketika akan menancapkan spuit kedalam vial untuk mengambil obat.

    Dari sini saya berpikir, bagaimana jika setelah memasukkan aquades kedalam vial, spuit tidak usah dicabut dari vial. Apakah lebih efektif dan efisien dari segi waktu? Apakah dapat mengurangi resiko kejadian yang saya dan teman saya alami? Apakah dapat mengurangi kontaminasi bakteri di jarum spuit karena jarum tidak terlalu lama kontak dengan udara, sedangkan menurut Pedoman Teknis Prasarana Sistem Tata Udara Rumah Sakit yang dikeluarkan KEMENKES 2012 udara rumah sakit telah tercemar bakteri dan virus.

    Bagaimana menurut Pak Setiadi, apakah hal tersebut layak untuk diangkat menjadi sebuah penelitian? Terima kasih telah menjadi teladan dan motivator bagi kami Mahasiswa Keperawatan khususnya. Salam sukses !!!

    • adysetiadi berkata:

      penelitian itu secara kaidah ada 3 bentuk metode pembuktian teori, penemuan teori dan penyangkalan teori, menurut saya yang anda lakukan itu masuk ranah yang ketiga yaitu pembuktian teori. saran saya kalo pembimbing setuju lanjut aja, karena kebenaran itu bisa beruba sesuai hasil penelitian, yang penting kita istiqomah dan terus berproses, makasih

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s